- Web-Based ERP (Enterprise Resource Planning)
- e-MRO (Maintenance, Repair and Operating)
- e-Sourcing
- e-Tendering
- e-Reverse Auctioning
- e-Informing
Dari sekian banyaknya tipe dan sistem e-Procurement, pertanyaan yang muncul adalah "Apakah sistem e-Procurement benar-benar dapat memberikan efisiensi biaya yang berimbas pada peningkatan profitabilitas perusahaan???". Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang pertama kali timbul saat suatu perusahaan akan mengimplementasikan e-Procurement. Alasannya adalah karena biaya yang dibutuhkan untuk mengembangkan sistem ini tidaklah murah, dan juga tingkat kegagalan dari sebuah pengembangan sistem informasi termasuk cukup besar.
Ada beberapa faktor yang perlu dilakukan untuk memulai e-procurement, antara lain:
- Melakukan studi secara detil dan komprehensif tentang bisnis proses perusahaan Anda (formal dan informal), baik kekuatan dan kelemahannya
- Ketersediaan komputer pada setiap pengguna solusi ini
- Memiliki infrastruktur IT yang handal dan memadai karena Sistem e-procurement menghasilkan lalu lintas Web yang padat dan intensif
- Perubahan besar akan terjadi dalam budaya permintaan dan pembelian suatu perusahaan, sehingga diperlukan komitmen dan dukungan dari top level manajemen serta seluruh pihak yang terlibat
- Harus ada keinginan yang kuat untuk mengubah proses yang ada sekarang. Perubahan akan berdampak terhadap semua pihak yang relevan mulai Finance & Accounting, TI sampai ke Human Resource.
Terdapat beberapa keuntungan ketika sebuah implementasi e-Procurement berhasil dilakukan, antara lain :
- ketersediaan informasi secara real-time kepada vendor sehingga ketika pihak perusahaan membutuhkan barang, barang tersebut akan selalu tersedia secara tepat waktu
- Efisiensi biaya terutama biaya yang bersifat operasional
- Peningkatan on-time delivery rate
- Ketepatan dalam melakukan perencanaan dan kontrol persediaan barang (PPIC)
- Mendukung konsep Good Governance dan mencegah terjadinya kecurangan dalam tubuh perusahaan / organisasi
Berdasarkan penelitian Aberdeen Group, keuntungan ekonomis dari penerapan e-procurement antara lain penurunan ongkos produksi 5-15 persen, pengurangan ongkos pemrosesan hingga 70 persen, dan penurunan ongkos pemrosesan penawaran dari US$ 107 pembelian secara manual menjadi US$ 30 untuk pembelian secara elektronik. (Sumber : sinarharapan.co.id)
Dari keuntungan-keuntungan yang telah disebutkan, secara garis besar mengarah kepada efisiensi dari biaya operasional. Sistem arus kas perusahaan (Cash Flow) terdiri dari beberapa komponen dan salah satunya adalah biaya operasi sehingga jika biaya tersebut dapat ditekan maka akan berdampak terhadap peningkatan keuntungan dari perusahaan. Sehingga penulis dapat menarik kesimpulan bahwa dengan implementasi sistem e-Procurement yang berhasil, maka sistem ini akan secara signifikan meningkatkan profitabilitas serta daya saing perusahaan.
Link mengenai e-Procurement: Klik Disini (4.5 MB)
Salam.
