Tuesday, November 25, 2008

Simpli-Flight...

Persaingan di industri transportasi, khususnya transportasi udara; membuat sebagian pelaku usaha di bidang ini harus mencari cara untuk keluar dari jaring persaingan tersebut. Sebagian pelaku bisnis membuat strategi diferensiasi bisnis, misalnya dengan menawarkan fitur-fitur yang tidak dimiliki oleh pesaing-pesaingnya, ataupun dengan bermain pada segmen pasar yang lebih eksklusif. Namun, pasa kesempatan kali ini, penulis akan membahas mengenai sebuah perusahaan penerbangan yang bermain pada strategi "cost leadership". Konsep dari strategi "cost leadership" adalah sebuah konsep yang pertama kali di-implementasikan oleh perusahaan otomotif Jepang yakni Toyota yang biasanya dikenal dengan konsep "the Toyota Way"; dimana konsep utamanya adalah dengan memotong dan menekan biaya (cost) sehingga diperoleh output yang optimal. Seiring dengan tingkat inflasi yang terjadi setiap tahunnya, maka konsep tersebut akhirnya diimplementasikan oleh berbagai perusahaan; baik perusahaan yang memproduksi goods maupun perusahaan yang bergerak di bidang service.

Setelah sedikit menilik mengenai strategi "cost leadership", Penulis akan membahas mengenai sebuah perusahaan (baca:maskapai) penerbangan yang menerapkan strategi bisnis ini, AirAsia. Pada Desember 2001, Tony Fernandes melalui perusahaan Tune Air Sdn Bhd-nya, mengakuisisi AirAsia dari DRB-Hicom (sebuah konglomerasi yang dimiliki pemerintah Malaysia) dengan hanya senilai RM 1. Hal tersebut dapat terjadi karena pada saat itu AirAsia memiliki jumlah hutang yang sangat besar. Fernandes dapat melakukan Corporate Turnaround dan Membuat AirAsia mulai memperoleh keuntungan sejak tahun 2002. Dengan tagline "Now Everyone Can Fly", AirAsia menempatkan diri sebagai "low fare airline" dimana visi dari Fernandes adalah semua orang akan dapat 'terbang' bersama AirAsia. Visi tersebut didukung dengan keahlian manajemen AirAsia yang dipimpin oleh Fernandes dalam membuat strategi bisnis yang matang.

Untuk melakukan efisiensi biaya(cost) maka AirAsia meluncurkan AirAsia.Com. AirAsia.com merupakan bentuk aplikasi yang nyata dalam penggunaan jaringan internet sebagai suatu metode dalam melakukan efisiensi dan efektifitas perusahaan. Penggunaan internet sebagai bisnis model inti dalam perusahaan juga biasa dikenal dengan e-business. Melalui AirAsia.com, maka customer hanya perlu mengakses situs dari AirAsia.com untuk melakukan reservasi tiket pesawat, bahkan lebih jauh lagi, mereka dapat melakukan reservasi untuk hotel dan berbagai paket menarik yang ditawarkan oleh AirAsia.com. Dengan sistem e-Business tersebut, AirAsia dapat melakukan efisiensi biaya seperti komisi untuk travel agent, dan juga AirAsia tidak perlu membuat sistem Human Resource sebanyak pada perusahaan penerbangan lainnya. Efisiensi biaya yang dilakukan oleh AirAsia, memungkinkan perusahaan ini untuk memberikan harga yang sangat kompetitif (baca:murah) kepada konsumennya. Bagaimanapun, dengan harga yang ditawarkan, AirAsia tetap menjaga kualitas dari maskapainya sehingga anggapan selama ini bahwa harga murah mencerminkan kualitas dari suatu produk maupun service dapat dibantah oleh AirAsia.

e-Business yang diterapkan AirAsia termasuk dalam aplikasi B2C (Business to Consumer) dimana aplikasi ini ditujukan agar consumer dapat langsung berhubungan dengan pihak perusahaan tanpa harus melalui perantara (travel agent) seperti sistem reservasi konvensional. Penerapan e-Business pada AirAsia memberikan berbagai keuntungan baik untuk pihak perusahaan maupun bagi pihak customer. Penerapan e-Business setidaknya berkontribusi dalam lima hal, antara lain :
  • Efficiency
    Manfaat paling cepat yang dapat diperoleh perusahaan yang terjun ke dunia e-business adalah perbaikan tingkat efisiensi. Sebuah riset memperlihatkan kurang lebih 40% dari total biaya operasional perusahaan diperuntukkan bagi aktivitas penciptaan dan penyebaran informasi ke berbagai divisi terkait. Dengan dimanfaatkannya teknologi informasi (dan e- technology) di dalam berbagai rangkaian bisnis sehari-hari, maka akan terlihat bagaimana perusahaan dapat mengurangi total biaya operasional yang biasa dikeluarkan tersebut. Lihatlah bagaimana email dapat mengurangi biaya komunikasi dan pengiriman dokumen, call center dapat mengurangi biaya pelayanan pelanggan, website dapat mengurangi biaya marketing dan public relation, voip dapat mengurangi biaya telekomunikasi, decision support system dapat mengurangi biaya rapat dan diskusi, dan lain sebagainya.
  • Effectiveness
    Manfaat ini dapat dirasakan ketika terjadi perubahan-perubahan yang cukup signifikan dalam cara perusahaan melakukan aktivitas operasional sehari-hari. Lihatlah bagaimana dengan dimanfaatkan e-technology perusahaan dapat berhubungan dengan pelanggannya secara non stop 7 hari seminggu dan 24 jam sehari berkat diterapkannya. Demikian pula dengan diterapkannya konsep e-supply chain maka manajemen dapat meningkatkan service level kepada pelanggannya. Contoh efektivitas yang lain adalah meningkatnya kualitas pengambilan keputusan dari manajemen karena diimplementasikannya aplikasi ERP.
  • Reach
    Manfaat berikutnya yang dapat diperoleh dari perusahaan adalah kemampuan e-technology di dalam memperluas jangkauan dan ruang gerak perusahaan. Dengan menghubungkan diri ke internet, berarti perusahaan secara tidak langsung telah menghubungkan dirinya dengan ratusan juta calon pelanggan yang tersebar di berbagai belahan bumi. Kemampuan ekspansi yang sedemikan mudah (menembus batas ruang dan waktu) dan tanpa memerlukan biaya yang relatif mahal tentu saja merupakan keuntungan yang tidak ternilai harganya bagi sebuah perusahaan. Selain itu, e-technology juga telah memungkinkan perusahaan untuk memperluas jangkauan domain kerja sama dengan mitra-nya secara signifikan. Untuk pertama kalinya di dunia, berbagai perusahaan-perusahaan skala besar, menengah, dan kecil dengan mudahnya dapat saling berkolaborasi dan bekerja sama untuk menciptakan produk maupun pelayanan yang semakin baik, tanpa harus memikirkan batasan-batasan geografis maupun menyediakan sumber daya finansial yang sangat besar.
  • Structure
    Manfaat penerapan e-business selanjutnya adalah terciptanya berbagai jenis produk-produk maupun jasa-jasa baru akibat berkonvergensinya berbagai sektor industri yang selama ini secara struktur terlihat berdiri sendiri. Lihatlah bagaimana sebuah buku dapat dijual dengan cara lelang, atau sebuah bank virtual yang berfungsi pula sebagai penasehat keuangan, atau paket liburan yang telah lengkap mengemas berbagai produknya (transportasi, hotel, dan lokasi wisata), atau toko buku yang berfungsi pula sebagai perpustakaan, dan lain sebagainya. Konsep brick-and-mortar yang telah menjelma menjadi click-and-mortar benar-benar telah mengubah perilaku perusahaan dalam melakukan pendekatan bisnis. Bahkan belakangan ini sering pula ditemui situs-situs yang menyediakan produk atau jasa yang dapat disesuaikan dengan selera unik pelanggan (tailor made) dengan harga yang khusus pula (price discrimination). Semua ini dapat dengan mudah dilakukan karena semakin banyaknya sumber daya fisik yang telah dapat ditransformasikan menjadi sumber daya digital.
  • Opportunity
    Manfaat terakhir adalah terbukanya peluang yang lebar bagi pelaku bisnis untuk berinovasi menciptakan produk-produk atau jasa-jasa baru akibat selalu diketemukannya e-technology baru dari masa ke masa. Lihatlah bagaimana berbagai jenis model bisnis (business model) baru selalu ditawarkan oleh beraneka-ragam situs yang berkembang dengan pesat di internet. Di bidang pendidikan tercatat semakin maraknya situs-situs penyelenggara pendidikan (e-school) maupun pelatihan (e-training) secara virtual; di bidang keuangan telah berdiri lembaga keuangan virtual semacam e-banking, e-stock exchange, dan e-insurance; di bidang manufacturing berkembang perusahaan-perusahaan yang siap memberikan bisnis outsourcing di bidang e-procurement, e-logistics, e-distribution, dan e- inventory; dan lain sebagainya.
Sumber: Nirmal Pal, 2001.

Secara umum, model e-Business dari sebuah Airline adalah sebagai berikut :

Diadopsi dari : ausweb.scu.edu.au

Sistem yang digunakan sebagai POS (Point Of Sales) disebut dengan Global Distribution System(GDS). GDS memiliki interface yang berupa GUI(Graphical User Interface) yang langsung berhadapan dengan pelanggan. Saat pelanggan berinteraksi dengan sistem malalui GUI, maka sistem tersebut secara real-time akan melakukan proses-proses back-office diantaranya melakukan validasi, otorisasi dan konfirmasi yang akhirnya akan memberikan pelanggan suatu bukti penjualan tiket sehingga bukti penjualan ini yang akhirnya akan digunakan sebagai tiket pesawat.

Keberhasilan AirAsia yang dapat mempertahankan kualitas maskapainya dengan penggunaan e-Business sebagai core business model merupakan salah satu bukti bahwa teknologi dapat memberikan competitive advantage dalam persaingan bisnis. Namun pengggunaan teknologi juga harus didukung dengan infrastruktur dan sistem yang memadai sehingga akan memberikan hasil yang optimal bagi profitabilitas perusahaan.
Salam.